Rupiah Indonesia: Kontinuitas kebijakan mendukung mata uang – Societe Generale

Analis Societe Generale Galvin Chia dan Kunal Kundu mencatat bahwa Bank Indonesia mempertahankan BI rate di 5,75%, dengan suku bunga fasilitas simpanan dan fasilitas pinjaman tidak berubah, memperkuat stabilitas Rupiah dan pengendalian inflasi. Mereka melihat keputusan ini sedikit positif bagi FX IDR dan imbal hasil, sambil menyoroti jeda kebijakan yang hati-hati namun tidak nyaman yang dibatasi oleh ketidakpastian eksternal dan Rupiah yang rapuh.

BI hold dinilai mendukung Rupiah

"BI membiarkan BI rate tidak berubah di 5,75%, sesuai dengan ekspektasi kami. Suku bunga fasilitas simpanan dan fasilitas pinjaman juga tidak berubah masing-masing di 4,75% dan 6,50%."

"Yang terpenting, Destry yang dinominasikan sebagai Gubernur menyampaikan pertemuan kebijakan pertamanya tanpa kejutan dan dengan penegasan kuat terhadap kesinambungan kebijakan. Di pasar yang telah menyaksikan serangkaian kejutan kebijakan negatif selama 12 bulan terakhir, hasil yang stabil hari ini dan pidato anggaran Presiden pekan lalu terbukti menjadi sentimen positif tambahan."

"Bagi pasar, kami pikir keputusan hari ini secara keseluruhan diterima dengan baik, dan tetap sedikit positif bagi FX IDR dan imbal hasil."

"Secara umum, ini memperkuat komitmen BI terhadap stabilitas rupiah di tengah volatilitas global dan menjaga inflasi tetap berlabuh dalam target 2,5% ±1%, sementara langkah likuiditas dan makroprudensial yang bersifat pelengkap dapat terus mendukung kredit dan pertumbuhan."

"Pada intinya, keputusan menahan suku bunga hari ini konsisten dengan fungsi reaksi yang sama yang telah digunakan BI: melindungi rupiah, menjaga inflasi dalam target, dan menimbang kondisi keuangan eksternal terhadap pertumbuhan domestik."

"Meski begitu, keputusan ini menyoroti dilema kebijakan BI, dengan rupiah yang rapuh dan ketidakpastian eksternal yang secara efektif membatasi dukungan moneter bagi perekonomian domestik."

"Jika tekanan mata uang berlanjut atau inflasi pangan naik selama musim kemarau, BI bisa menghadapi kebutuhan baru untuk pengetatan kebijakan meskipun ada biaya pertumbuhan yang terkait."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Memantul ke US$4.370, tetapi Momentum Kenaikan Memudar

Emas (XAU/USD) diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Rabu dan kembali ke area US$4.370, setelah menemukan para pembeli di dekat area US$4.300 pada hari Selasa.
Read more Previous

Dolar AS: Risalah The Fed diawasi saat keraguan suku bunga meningkat – Commerzbank

Antje Praefcke dari Commerzbank mengatakan pasar akan mencermati risalah rapat The Fed terbaru untuk mencari petunjuk seberapa dekat para pengambil kebijakan masih terhadap kenaikan suku bunga lagi setelah data tenaga kerja dan inflasi AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi akan adanya kenaikan pada akhir tahun ini
Read more Next