Yen Jepang Menguat karena Imbal Hasil Treasury yang Menurun Menekan Dolar AS

  • Yen Jepang naik ke level tertingginya dalam lebih dari satu minggu terhadap Dolar AS.
  • Pembelian kembali utang Treasury AS yang lebih besar mendorong imbal hasil jangka panjang turun tajam dan membebani Greenback.
  • Para pedagang menunggu Risalah Rapat FOMC untuk petunjuk baru tentang jalur suku bunga The Fed.

Yen Jepang (JPY) memperpanjang kenaikan dalam perdagangan harian pada hari Rabu karena Dolar AS (USD) kembali berada di bawah tekanan jual setelah penurunan tajam imbal hasil Treasury AS bertenor lebih panjang. Pada saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan di sekitar 158,47, level terendahnya dalam lebih dari satu minggu.

Imbal hasil Treasury AS turun setelah Departemen Keuangan mengumumkan pembelian kembali utang pemerintah bertenor lebih panjang yang lebih besar. Ukuran maksimum setiap operasi di sektor tenor 10 hingga 20 tahun dan 20 hingga 30 tahun akan naik dari $2 miliar menjadi setidaknya $4 miliar.

Pembelian kembali yang lebih besar akan dimulai pada 9 September dan berlangsung hingga 4 November. Treasury mengatakan langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas di pasar obligasi pemerintah jangka panjang.

Imbal hasil acuan 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin ke sekitar 4,64%, sementara imbal hasil 30 tahun merosot hampir 10 basis poin ke sekitar 5,18%.

Imbal hasil AS yang lebih rendah mengurangi daya tarik aset berdenominasi Dolar, memicu penurunan luas pada Greenback. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di dekat 98,94, turun 0,72% pada hari ini dan menyentuh level terendah sejak 29 Mei.

Sementara itu, perhatian tetap tertuju pada prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Data ketenagakerjaan dan inflasi AS terbaru telah mengurangi ekspektasi akan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Namun, kekhawatiran inflasi yang didorong energi tetap ada seiring berlanjutnya kebuntuan AS-Iran terkait Selat Hormuz. Hal ini menjaga risiko inflasi tetap condong ke sisi atas dan membuka kemungkinan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Para pedagang kini menunggu risalah rapat Juli Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang akan dirilis pada pukul 18:00 GMT (01:00 WIB), untuk petunjuk baru tentang jalur suku bunga The Fed.

Dari sisi Jepang, kekhawatiran intervensi dan ekspektasi hawkish Bank of Japan (BoJ) memberikan dukungan tambahan bagi Yen. Namun, kekhawatiran fiskal, harga Minyak yang lebih tinggi, dan perbedaan suku bunga yang lebar dengan ekonomi utama lainnya dapat membatasi pemulihan Yen.

Harga Yen Jepang Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Yen Jepang (JPY) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Yen Jepang adalah yang terkuat melawan Dolar AS.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.75% -0.54% -0.74% -0.58% -0.45% -0.87% -1.32%
EUR 0.75% 0.19% -0.02% 0.19% 0.28% -0.15% -0.57%
GBP 0.54% -0.19% -0.17% -0.01% 0.11% -0.33% -0.78%
JPY 0.74% 0.02% 0.17% 0.17% 0.28% -0.15% -0.60%
CAD 0.58% -0.19% 0.00% -0.17% 0.11% -0.32% -0.77%
AUD 0.45% -0.28% -0.11% -0.28% -0.11% -0.42% -0.86%
NZD 0.87% 0.15% 0.33% 0.15% 0.32% 0.42% -0.43%
CHF 1.32% 0.57% 0.78% 0.60% 0.77% 0.86% 0.43%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Yen Jepang dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili JPY (dasar)/USD (pembanding).

Inggris Raya: Risiko Naik yang Didorong oleh Energi – Societe Generale

Sam Cartwright dari Societe Generale mencatat bahwa inflasi utama Inggris (UK) naik menjadi 2,9% tahun-ke-tahun pada bulan Juli, terutama didorong oleh tagihan energi rumah tangga yang lebih tinggi.
Baca lagi Previous

Imbal Hasil Obligasi AS Bertenor 10 Tahun Anjlok saat Treasury Turun Tangan untuk Menenangkan Pasar Obligasi

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tajam pada hari Rabu, diperdagangkan di 4,651% pada saat berita ini ditulis setelah mencapai level tertinggi dalam perdagangan harian di 4,712%.
Baca lagi Next