10 Feb 2016
Yen Bull Kembali Mengendalikan Asia, Fokus Pada Testimoni Yellen
FXStreet - Bull JPY terus mengendalikan Asia di tengah melemahnya USD berbasis luas, sementara saham Jepang terus merosot dan jatuh ke tingkat terendah sejak Oktober 2014. Akibatnya, penghindaran risiko berlanjut di sesi Asia, dengan Antipodean jatuh lebih lanjut dalam wilayah merah dan mengabaikan pemulihan harga minyak.
Berita utama di Asia
Pemeriksaan Kurs Klasik Oleh BoJ Di Balik Lonjakan USD/JPY?
MenEko Jepang Berharap BoJ Ambil Tindakan Yang Sesuai Berdasarkan Situasi Ekonomi, Harga
Fedwatch: Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Sebelum Akhir Tahun di 20%
Tema yang mendominasi di Asia - berpusat pada JPY, AUD dan NZD
Penghindaran risiko terus mendominasi pasar karena komoditas dan ekuitas terus meluncur dan menambah volatilitas di tengah volume perdagangan yang tipis. Akibatnya, Yen tetap dalam permintaan akibat flight to safety, USD/JPY tetap dalam kisaran di dekat level terendah sejak November 2014, di sekitar 114,40. Selama jam terakhir, pasangan Dolar-Yen terlihat membalikkan lonjakan aneh ke tingkat 115,10 pada berbagai jenis intervensi BoJ. Rupanya, BoJ melakukan pengecekan tingkat dengan menelepon beberapa dealer antar bank, di mana pasar menganggap hal itu sebagai intervensi BoJ dalam upaya untuk menghentikan apresiasi Yen.
Kedua Antipodean dijual dalam profil pasar risk-off, pasangan AUD/USD mengabaikan data kredit rumah optimis dan turun -0,32% ke 0,7048, sedangkan Kiwi menghentikan rebound sebelumnya dan sekarang turun -0,40% untuk menguji 0,66 menuju 200-DMA. Pasar menantikan kesaksian Yellen malam ini dan pidato Gubernur RBA Steven besok untuk wawasan baru di mata uang Australia.
Di antara saham Asia, Nikkei Jepang terus merosot karena Yen naik dan juga karena sikap kebijakan suku bunga negatif BoJ tampaknya berdampak sebaliknya. Indeks tenggelam hampir -4% ke level terendah sejak Oktober 2014 dan menembus di bawah tingkat 15.500. Indeks ASX 200 Australia juga mengikuti dan turun -1,25% menjelang jam penutupan. Pasar Asia lainnya masih tutup untuk Tahun Baru Imlek. China dan Taiwan tutup seminggu untuk liburan Festival Musim Semi.
Menuju ke Eropa dan Amerika Utara
Tak ada yang perlu dicatat terkait berita ekonomi dari zona Euro pada sesi mendatang, selain angka produksi industri dan manufaktur yang mungkin dilaporkan dari Inggris.
Produksi Industri Inggris pada bulan Desember terlihat menunjukkan penurunan 0,1% secara bulanan setelah penurunan 0,7% yang dilaporkan bulan lalu, dan meningkat 1,0% secara tahunan dibandingkan dengan pertumbuhan 0,9% pada bulan November. Sementara itu, produksi manufaktur akan naik 0,1% secara bulanan, setelah penurunan 0,4% pada bulan November, dan penurunan 1,4% secara tahunan setelah penurunan 1,2% bulan lalu.
Terlepas dari data, anggota dewan ECB Peter Praet dijadwalkan untuk menyampaikan pidato utama pada konferensi yang diselenggarakan oleh Harvard University di Washington, Amerika Serikat. Sementara OPEC akan merilis laporan bulanan pasar minyak.
Sesi NY akan tetap benar-benar sepi karena seluruh fokus tetap pada Ketua Fed Yellen; ketika dia bersaksi mengenai Laporan Kebijakan Moneter Setengah-tahunan di depan House Financial Services Committee, di Washington DC.
Analis di ANZ mencatat, "Pidatonya mengenai Laporan Kebijakan Moneter diharapkan akan memancarkan rasa optimisme hati-hati. Dengan testimoni Yellen malam ini, saatnya untuk mengetahui apakah akan ada kebijakan lebih lanjut."
Berita utama di Asia
Pemeriksaan Kurs Klasik Oleh BoJ Di Balik Lonjakan USD/JPY?
MenEko Jepang Berharap BoJ Ambil Tindakan Yang Sesuai Berdasarkan Situasi Ekonomi, Harga
Fedwatch: Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Sebelum Akhir Tahun di 20%
Tema yang mendominasi di Asia - berpusat pada JPY, AUD dan NZD
Penghindaran risiko terus mendominasi pasar karena komoditas dan ekuitas terus meluncur dan menambah volatilitas di tengah volume perdagangan yang tipis. Akibatnya, Yen tetap dalam permintaan akibat flight to safety, USD/JPY tetap dalam kisaran di dekat level terendah sejak November 2014, di sekitar 114,40. Selama jam terakhir, pasangan Dolar-Yen terlihat membalikkan lonjakan aneh ke tingkat 115,10 pada berbagai jenis intervensi BoJ. Rupanya, BoJ melakukan pengecekan tingkat dengan menelepon beberapa dealer antar bank, di mana pasar menganggap hal itu sebagai intervensi BoJ dalam upaya untuk menghentikan apresiasi Yen.
Kedua Antipodean dijual dalam profil pasar risk-off, pasangan AUD/USD mengabaikan data kredit rumah optimis dan turun -0,32% ke 0,7048, sedangkan Kiwi menghentikan rebound sebelumnya dan sekarang turun -0,40% untuk menguji 0,66 menuju 200-DMA. Pasar menantikan kesaksian Yellen malam ini dan pidato Gubernur RBA Steven besok untuk wawasan baru di mata uang Australia.
Di antara saham Asia, Nikkei Jepang terus merosot karena Yen naik dan juga karena sikap kebijakan suku bunga negatif BoJ tampaknya berdampak sebaliknya. Indeks tenggelam hampir -4% ke level terendah sejak Oktober 2014 dan menembus di bawah tingkat 15.500. Indeks ASX 200 Australia juga mengikuti dan turun -1,25% menjelang jam penutupan. Pasar Asia lainnya masih tutup untuk Tahun Baru Imlek. China dan Taiwan tutup seminggu untuk liburan Festival Musim Semi.
Menuju ke Eropa dan Amerika Utara
Tak ada yang perlu dicatat terkait berita ekonomi dari zona Euro pada sesi mendatang, selain angka produksi industri dan manufaktur yang mungkin dilaporkan dari Inggris.
Produksi Industri Inggris pada bulan Desember terlihat menunjukkan penurunan 0,1% secara bulanan setelah penurunan 0,7% yang dilaporkan bulan lalu, dan meningkat 1,0% secara tahunan dibandingkan dengan pertumbuhan 0,9% pada bulan November. Sementara itu, produksi manufaktur akan naik 0,1% secara bulanan, setelah penurunan 0,4% pada bulan November, dan penurunan 1,4% secara tahunan setelah penurunan 1,2% bulan lalu.
Terlepas dari data, anggota dewan ECB Peter Praet dijadwalkan untuk menyampaikan pidato utama pada konferensi yang diselenggarakan oleh Harvard University di Washington, Amerika Serikat. Sementara OPEC akan merilis laporan bulanan pasar minyak.
Sesi NY akan tetap benar-benar sepi karena seluruh fokus tetap pada Ketua Fed Yellen; ketika dia bersaksi mengenai Laporan Kebijakan Moneter Setengah-tahunan di depan House Financial Services Committee, di Washington DC.
Analis di ANZ mencatat, "Pidatonya mengenai Laporan Kebijakan Moneter diharapkan akan memancarkan rasa optimisme hati-hati. Dengan testimoni Yellen malam ini, saatnya untuk mengetahui apakah akan ada kebijakan lebih lanjut."