GBP/USD: turun Dari 1½ Bulan Di Atas 1,2700 Karena Kekhawatiran Brexit Tanpa Kesepakatan

  • GBP/USD terus memantul dari 1,2715 meskipun mematahkan kenaikan beruntun tiga hari.
  • Pemerintah Inggris mengasumsikan tidak akan ada kesepakatan perdagangan dengan Eropa.
  • PM Inggris meragukan ketersediaan vaksin virus sebelum akhir tahun, para ilmuwan Inggris memperingatkan gelombang kedua.
  • Pembicaraan perdagangan Inggris-AS berjalan lancar dengan Amerika memuji larangan Inggris Huawei, bersama sekutu melawan China.

GBP/USD surut dari 1,2740 ke 1,2725 saat menuju ke pembukaan London pada hari Rabu. Dengan demikain, Cable mundur dari posisi tertinggi sejak 10 Juni karena kekhawatiran Brexit yang baru akan diperbarui setelah Daily Telegraph mendukung berita tersebut dengan sumber-sumber pemerintah. Yang juga menantang pasangan ini adalah masalah virus corona (COVID-19) dan pergolakan Inggris-Tiongkok. Namun, pembeli tetap optimis karena dolar AS tetap tertekan.

Di awal Asia, Daily Telegraph melaporkan tajuk berita mengatakan "Inggris hampir meninggalkan harapan akan kesepakatan perdagangan Brexit." Berita itu mengutip sumber-sumber senior anonim di Pemerintah Inggris untuk mengatakan bahwa para menteri sekarang percaya bahwa Inggris dan Uni Eropa akan gagal untuk menandatangani perjanjian perdagangan pasca-Brexit, dengan hanya beberapa hari lagi sampai batas waktu Boris Johnson pada bulan Juli untuk garis besar persetujuan kesepakatan. Patut disebutkan bahwa negosiator UE-Inggris masih melakukan babak keenam dari perundingan kesepakatan Brexit saat kami menulis berita ini.

Sebaliknya, perundingan perdagangan Inggris dengan AS berjalan dengan lancar bahkan ketika Inggris mengantisipasi tidak ada kesepakatan sebelum pemilihan Presiden Amerika, seperti yang dilaporkan Financial Times. Alasannya bisa dilacak dari hubungan persahabatan antara para pemimpin Inggris dan Amerika serta serangan terbaru Inggris terhadap Huawei Tiongkok. Mengutip ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menunjukkan kesiapan untuk mendukung pemerintah Tory untuk melawan Tiongkok. Padahal, para diplomat Inggris membantah dukungan Amerika untuk meningkatkan standar bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk memasuki putaran 5G.

Di tempat lain, sekelompok ilmuwan senior memperingatkan Lords, "pemerintah harus meningkatkan kapasitasnya untuk menemukan dan membendung wabah virus corona jika ingin menghindari gelombang kedua infeksi yang berpotensi menghancurkan musim dingin ini," menurut The Guardian. Di tempat lain, The Republic World mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengklaim bahwa tidak mungkin vaksin COVID-19 akan siap pada akhir tahun ini. Lebih jauh, desas desus di seputar peran Rusia dalam referendum Brexit menambah kebisingan politik.

Berbicara tentang AS, angka pandemi melesat dengan mencapai 4,0 juta ketika pembuat kebijakan mempersiapkan dorongan fiskal lainnya, mengikuti Eropa, untuk menjinakkan kekecewaan ekonomi.

Di tengah semua katalis ini, imbal hasil Treasury 10-tahun AS tetap lamban di sekitar 0,60% sementara saham berjangka mempertahankan kenaikan hari sebelumnya. Namun, saham di Asia-Pasifik lambat di tengah data beragam dan kesulitan pada masing-masing bank sentral.

Selanjutnya, kurangnya data/peristiwa utama di Inggris akan tetap fokus pada virus dan berita utama Brexit. Selama sesi Amerika, angka perumahan AS mungkin menghibur para pembeli.

Analisis teknis

Formasi candlestick bearish, pola Graveyard Doji, pada grafik empat jam bergabung dengan kondisi RSI overbought akan menyeret penjual menuju wilayah 1,2685-70 yang terdiri dari tertinggi yang dicatat antara 16 Juni dan 09 Juli. Sementara itu, penembusan ke sisi atas dari puncak bulan Juni di sekitar 1,2815 akan mendorong harga menuju posisi terendah bulan Februari di dekat 1,2840 dan 1,2880 di depan menargetkan magnet psikologis 1,3000.

 

Moody: Pemulihan Yang Didorong Oleh Kebijakan Tiongkok Terus Berlanjut Meskipun Ada Hambatan

Layanan Investor Moody kelmelaporkan ulasannya atas ekonomi Tiongkok, dengan berita utama utama di bawah ini. "Pemulihan berbasis kebijakan Tiongkok
अधिक पढ़ें Previous

Pemerintah Inggris Melepaskan Harapan Capai Kesepakatan Perdagangan AS-Inggris Jelang Pemilihan Presiden Amerika – FT

Mengutip pejabat senior pemerintah yang tidak disebutkan namanya, Financial Times (FT) melaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris (PM) pemerintah Boris
अधिक पढ़ें Next